Sunday, March 26, 2017

Video dan Foto Lebih Jelas, Mahluk Aneh Tertangkap Kamera Crosser di Aceh. Diduga Suku Mante

Netizen masih dibuat gempar dengan penampakan sosok mahluk aneh yang terekam kamera action cam yang diletakkan di helm milik crosser dari aceh. Para pecinta motor cross sedang menyusuri hutan di daerah aceh dan tidak sengaja mereka melihat sosok mahluk yang diduga adalah sebagai manusia kerdil atau suku mante yang selama ini oleh sebagian masyarakat dianggap mitos.


Setelah mencoba melihat video dari youtube dan mencoba diabadikan dengan di screenshot tampak jela smemang sosok ini menjurus ke sosok manusia bertubuh imut. Sosok ini tertangkap kamera ketika sedang membawa sebilah kayu. Lihat gambar hasil screenshot, tampak jelas banget ini sosok manusia tanpa busana sedang membawa kayu di tangan kanannya dan sepertinya kepalanya plontos tanpa rambut.

Videonya klik disini


Saya mencoba cari tahu tentang keberadaaan kabar ini dan sosok suku mante di aceh hingga menemukan laman kumparan.con yang ternyata sudah menanyakan kepihak salah satu tokoh masyarakat di aceh yang juga sebagai Kepala Dinas Sosial Pemprov Aceh yaitu Al Qudri.

Menurut Al Qudri makhluk kecil itu diduga suku mante, yang selama ini menjadi legenda di Hutan Leuser. “ini saya duga Suku Mante, orangnya kecil-kecil,” jelas Al Qudri. Bagi masyarakat Aceh di pedesaan, keberadaan Suku Mante bak mahluk bunian antara ada dan tiada.

“Suku Mante ini didengar dari cerita turun temurun para orangtua,” ujar dia.

“Mereka itu penciumannya tajam, biasanya kalau mencium bau manusia mereka menghindar. Saat itu mungkin arah angin berlawanan, jadi mereka tidak mencium bau manusia,” tuturnya.

Suku Mante berbeda dengan suku terasing. Mereka ada di kelebatan hutan-hutan Aceh dan kerap disebut makhluk bunian atau makhluk gaib.

“Mereka itu suka garam. Jadi kalau di gua-gua ditaruh garam, kita tinggal tahu-tahu hilang. Hanya ada jejak kaki saja,” tutur dia.

Selama ini tak banyak orang yang bertemu Suku Mante kalaupun bertemu itu hanya kebetulan.

“Mereka lari seperti angin, kita juga tidak bisa berkomunikasi. Mereka ini nomaden berpindah tempat dan memakan makanan mentah,” tutup dia.