Saturday, March 25, 2017

Penghulu Jenazah Ini Kuburkan Jin Mati, Kisahnya Mengerikan dan Bikin Merinding!!


Anda pasti pernah mendengar penghulu jenazah atau biasa disebut modin? Tugasnya mengurusi jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, sampai mengantar ke pemakaman. Ternyata profesi modin juga pernah mengalami kejadian mistis. Kisah nyata ini terjadi di kecamatan Garum, Blitar dimana seorang modin bernama Maksun (55) harus berhadapan dengan hal gaib saat pemakaman. Dikutip dari Misterikisah.com dari Jawa Pos, Maksun sudah lebih dari 30 tahun menjabat sebagai modin di desanya. Setiap ada orang meninggal dunia ia menjadi penghulu jenazah atau yang mengkoordinir prosesi pemakaman mulai dari rumah hingga selesai di pemakaman. Tugasnya tak hanya berhenti sampai di situ, ia juga menjadi imam tahlil di rumah duka selama 7 hari. 

Pada suatu hari ketika selesai melangsungkan acara prosesi pemakaman seorang warga desa yang meninggal, Maksun pulang terlalu petang. Maklum hari itu ada orang meninggal dunia terlalu sore sehingga pemakaman selesai ketika hari menjelang gelap. Ia pun tiba di rumah sekitar pukul 7 malam jum’at dalam keadaan hujan gerimis. “Bersamaan dengan itu tiba­tiba ada sebuah mobil sedan warna putih berhenti di depan rumah saya. 

Lalu keluar dua orang lelaki dengan menggunakan busana muslim dan memakai topi hitam (kopyah) seperti yang saya kenakan,” papar Maksun. Mereka berlari kecil menghampirinya dan mengatakan adakeperluan mendadak. Ternyata mereka dari daerah lain yang masih satu kota. Ternyata salah seorang anggota meluarga mereka meninggal dunia dan meminta bantuan Maksun untuk menjadi penghulu jenazah dan mengantarkannya ke pemakaman malam ini. “Saya merasa keberatan untuk memenuhi permintaannya karena di desa mereka tentunya sudah ada petugas modinnya tersendiri. 

Selain itu, saya juga baru saja pulang dari mengurus acara prosesi pemakaman warga di desa ini. Lagi pula malam ini saya juga akan menjadi imam tahlil di desa ini, yaitu dirumah keluarga orang yang baru saja meninggal dunia tadi siang,” tuturnya. Namun dua orang ini begitu memohon kepada Maksun dan mengatakan bahwa modin di desanya sedang berhalangan sehingga tidak ada orang yang menjadi penghulu jenazah. Sementara acara memandikan jenazah serta mengkafani sudah selesai semua, kuburan juga sudah siap. 

Mereka mengatakan bahwa keluarga mereka sedang menunggu kedatangannya malam ini juga. Mendengar permintaan mereka yang sangat penting dan darurat sekali, maka akhirnya Maksun bersedia memenuhi permintaannya. Sementara tugas menjadi imam tahlil di desanya diwakilkan kepada orang lain. “Tanpa mandi maupun cuci muka, saya berangkat bersama dua orang tamu ini menuju ke rumah duka dengan mengendarai mobil sedan mewah warna putih. Rupanya rumah mereka jauh sekali, sampai­sampai perjalanan ini keluar dari wilayah kabupaten Blitar. Kemudian melewati hutan lebat yang cukup jauh, lalu masuk ke sebuah kota yang ramai dan saya belum pernah melihat kota itu,” ujarnya. 

Setelah melakukan perjalanan melewati kota yang ramai maka tibalah mereka bertiga di rumah duka. Rupanya yang meninggal dunia ini adalah orang kaya, karena rumahnya megah dan ada taman bunga cantik di depan rumahnya. Jenazah juga sudah dikafani berada di dalam keranda mayat. Semua perlengkapan pemakaman juga sudah disiapkan. Mereka benar­benar hanya menunggu kedatangan penghulu jenazah. Akhirnya langsung saja seperti biasanya, saya menyampaikan pidato mewakili atas nama keluarga yang berduka menyampaikan terima kasih kepada para pelawat yang ikut berbelasungkawa. 

Setelah selesai, jenazah langsung diberangkatkan malam itu jugadan kami beramai­ramai berjalan menuju ke pemakaman umum di desa itu,” katanya. Lanjut Maksun, pemakaman umum tersebut ternyata tidak jauh dari rumah duka. Liang kubur sudah di persiapkan sejak tadi dan keranda jenazah langsung diletakkan disamping liang kubur. Seperti biasa, ia langsung masuk ke liang kubur untuk mengumandangkan adzan. 

Dari sini mulai timbul keanehan. “Ketika saya mengumandangkan suara adzan, tiba­tiba orangorang yang melayat terlihat seperti orang kebingungan. Lalu mereka menjauh satu persatu. Semakin kencang suara adzan, mereka semakin menjauh dan pergi,” jelasnya.

Setelah adzan selesai, ternyata tidak ada orang sama sekali. Semua pelayat dan juga keluarga yang berduka pergi entah kemana. Maksun pun bingung bagaimana cara mengangkat mayat ke liang kubur seorang diri, dan lalu menimbunnya dengan tanah. Sementara menguburkan mayat sampai selesai adalah wajib bagi seorang muslim. 

“Namun tidak masalah biarpun para pelayat pergi semua dan tidak ada seorangpun yang membantu. Saya bisa menyelesaikannya sendiri pelan­pelan,” sambungnya. Kejadian aneh pun terjadi lagi ketika Maksun mencoba membuka tali keranda mayat. 

Ternyata keranda mayat yang tadinya diletakkan di dekat liang kubur itu hanyalah tumpukan pohon singkong yang diikat dengan tali “Kemudian saya tengak­tengok ke sekeliling, dan saya melihat ada pohon­pohon singkong sangat banyak dan lebat berdiri di sekeliling saya. 

Betapa terkejutnya saya. Ternyata saya sedang berada di tengah­tengah ladang singkong sendirian malam hari,” terangnya Maksun langsung tersadar bahwa ternyata para pelayat dan jenazah yang hendak dimakamkan tadi adalah makhluk halus. 

Rupanya ia telah dikerjai oleh sekelompok makhluk halusSeketika itu bulu kuduknya berdiri tegak. Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung kabur ambil langkah seribu sekencangnya agar bisa keluar dari kebun singkong itu. Walau sampai terjatuh dan menabrak semak belukar, Maksun berhasil juga keluar dari ladang singkong dan tiba di sebuah kampung. 

Ternyata kampung tersebut adalah desa tetangganya Ternyata saat ia naik mobil sedan putih sebenarnya hanya berjalan kaki saja ke desa sebelah. Untungnya malam sudah larut, sehingga tidak ada seorang pun yang melihatnya kesasar di kebun singkong malammalam sendirian.

Setelah sampai rumah, Maksun masih terbengong dan tak habis pikir, seakan ia tidak percaya kalau baru saja menghadiri acara pemakaman di alam jin. “Lalu mengapa para jin itu mengerjai saya? Sudah tahu ada orang capek­capek pulang kemalaman dari acara pemakaman, masih dikerjai lagi oleh makhluk jin,” ujarnya. Kemudian Maksun memutuskan pergi ke kantor desa dan meminta pengunduran diri sebagai modin yang sudah bertahun­tahun digelutinya.

loading...